Minggu, 04 Mei 2014

Secara Umum Tahapan SEFTing Ada 3


SET UP - TUNE IN - SEFTing












Sebelum melakukan Sefting (Terapi Seft) ada baiknya diperhatikan pesan dari pendiri SEFT, Ahmad
Faiz Zainuddin, yang ringkasnya: bahwa semua kesembuhan itu karena izin dan kasih
sayang Allah SWT semata, bukan karena metodenya terapi SEFT, ataupun SEFTer-nya (yang menterapi). Oleh karena itu, jika hendak menterapi orang lain ada baiknya, seperti
kata Om Nur Muhammadian, SEFTer memberikan penjelasan atau ikrar di depan pasien yang kurang lebih: “Demi Allah, yang menyembuhkan anda adalah Allah SWT semata, jika anda belum sembuh atau tidak ada perubahan, maka Allah SWT belum menghendakinya, dan itu yang terbaik bagi anda.”

Ikrar itu memberikan dampak dua arah, 

Pertama, yaitu ketika sang pasien sembuh dari penyakitnya, maka tidak membuat sang terapi menjadi sombong dan percaya diri berlebihan yang justru bertentangan dengan prinsip dari SEFT itu sendiri [penjelasannya bisa didapatkan pada pelatihan SEFT Total Solution – kira-kira begitu yang saya tangkap dari Om Nur Muhammadian]

Kedua, jika sang pasien tidak ada perubahan atau tidak sembuh setelah dilakukan
terapi, maka tidak akan menimbulkan beban mental berupa rasa gagal pada diri
terapisnya.
Selanjutnya yang harus dilakukan ketika menterapi diri sendiri atau orang lain
adalah sikap mental khusuk, sabar, pasrah, dan ikhlas kepada Allah SWT.


Terapi SEFT ada yang bisa digunakan melalui teknik penyembuhan jarak jauh



Sebelum tahap pertama disarankan untuk menyingkirkan hal-hal yang bisa menganggu
konsentrasi, kalao perlu lepas arloji atau letakkan gadget selama terapi. Kemudian
melakukan relaksasi, dengan cara mengambil posisi yang senyaman mungkin kemudian
menarik napas panjang dengan membayangkan bahwa berkah dan rahmat Allah dicucurkan
melalui ubun-ubun kita, ditahan beberapa saat di dalam dada dan dilepaskan melalui
jari-jemari kita ke pada sekitar kita. Lakukan tiga kali dan kemudian masuk pada
tahapan berikutnya.


1. SET UP



Pada saat Set up ini, kita diminta mengucapkan kalimat SET UP yang strukturnya:

Akui – Terima – Pasrahkan

Seperti:


“Ya Allah, meskipun saya merasa cemas/gelisah/khawatir [sebutkan masalah / sakit yang
diderita atau yang dirasakan], tetapi saya ikhlas menerima penyakit / masalah saya
ini, dan saya pasrahkan kesembuhanku padaMu.”

Sambil berkata demikian tekanlah sore spot [titik nyeri] yang ada pada dada sebelah
kiri atau karate chop yang ada pada bagian telapak tangan (bisa dilihat di gambar di
bawah). Lakukan kalimat set up ini dengan khusyuk dan ikhlas sebagaimana anda berdoa.


2. TUNE IN 
 
Setelah melakukan kalimat Set up, selanjutnya adalah Tune in, yaitu membayangkan dan
rasa sakit (jika pada saat terapi tidak terasa) atau masalah yang dihadapi – semakin
kuat bayangan dan rasanya semakin baik. Untuk pasien yang menderita phobia seperti
alergi Durian atau makanan tertentu, bisa dibawakan buah atau makanan tersebut agar
tune-in-nya lebih cepat.
Untuk mengetahui perubahan pada saat terapi, maka lebih baik lagi jika sang pasien,
di minta membuat skala : 1 sampai dengan 10. Biasanya setelah satu putaran Tapping,
sang pasein ditanya bagaimana rasanya, apakah berkurang atau masih tetap.


3. TAPPING 

Tahapan berikutnya adalah, melakukan tapping – yaitu melakukan ketukan-ketukan
ringan pada titik-titik meredian (bisa di lihat di gambar bawah).

Ada dua macam tapping: Tapping Singkat – ada sekitar 9 titik dan tapping lengkap –
ada 18 titik (lihat di gambar bawah).

Usahakan melakukan tapping secara menyulur dulu (baik singkat atau lengkap), baru
kembali melakukan tapping, pada titik-titik tertentu saat yang dianggap perlu,
misalnya ada beberapa titik yang saat dilakukan tapping terasa sakit, atau nyeri atau
seperti terkena sengatan listrik, maka pada titik tersebut intensitas tappingnya
diperbanyak. Ingat intensitas (jumlah) ketukanya saja yang ditingkatkan BUKAN
dikeraskan.
Setelah semua tahapan dilalui, maka dilakukan relaksasi lagi seperti di awal dan
ucapkan Alhamdulillah.
 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar